Rabu, 14 April 2010






selengkapnya
video

selengkapnya





selengkapnya
Bismillahirrahmaanirrahiim

60 Penyakit Hati:

[6] KEYAKINAN BID'AH

Akidah, kepercayaan, dan keyakinan dalam agama yang muncul setelah Rasulullah wafat, dan tidak ditemukan pada jejak para sahabatnya adalah "itikad bid'ah". Diatas keyakinan ini ada kekufuran.
Dengan demikian, siapapun yang memiliki itikad bid'ah, dia adalah orang kafir. Kelompok-kelompok sesat (ahludh-dhalal) yang menebar akidah bid'ah dalam tubuh kaum musliin ini sudah diramalkan
Rasulullah : "Dan sesungguhnya bani Israil itu telah berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan; semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan." Para Sahabat bertanya : " Siapakah yang satu golongan ini, ya Rasulullah. " Nabi menjawab : " Ialah apa yang aku dan sahabatku ada di atasnya." (H.R. Turmudi).

Sesuai perkembangan zaman dengan kemajuan berpikir manusianya, fenomena tujuh puluh dua firqah (golongan) sesat yang sudah disebutkan diatas mungkin sudah bertambah lebih dari sekadar makna
tujuh secara lugawi (seperti makna pusing tujuh keliling). Artinya, terpecah belahnya umat Rasul ke dalam kelompok-kelompok sesat tersebut akan terdiri dari jumlah yang tidak akan dapat ditentukan.

Berikut adalah beberapa penyebab hati seseorang terlibat dalam keyakinan yang sesat ini:
1. Mentuhankan hawa nafsu.
2. Mentuhankan akal, dan merasa bangga akan hasil penemuan pikiran.
3. Taklid buta kepada para pemuka yang akidahnya sesat.
4. Awam dalam hal agama.

Dengan melihat penyebab-penyebab tersebut, penyimpangan yang dilakukan manusia ini mungkin saja bukan hanya dalam konsep ideologi, melainkan juga dalam konsep ta'abudi.

Mari selamatkan hati kita dari penyakit ini dengan cara berikut :
1. Menjauhi semua penyebabnya
2. Meyakini dengan sekuat hati bahwa kebenaran mutlak hanyalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw dan diteladani oleh para sahabatnya.
3. Memenangkan keyakinan ini di atas keinginan nafsu, kekuatan akal dan pikiran.
4. Menghindari taklid buta dalam agama.
5. Memperkaya ilmu akidah untuk memperkuat makrifat terhadap Allah dan Rasul-Nya.
6. Meyakinkan bahwa konsep keagamaan yang datangnya bukan dari Allah dan tidak ada suri teladan dari Rasul adalah salah.
2

selengkapnya

Bismillahirrahmaanirrahiim 60 Penyakit Hati: [5]MENCINTAI PUJIAN ORANG LAIN "Alhamdulillahirabbil'alamin". Dengan mudah setiap orang dapat mengucapkan kalimat itu. Itulah suatu pujian yang tulus dan murni dari manusia kepada Tuhannya. Adapun pujian antara sesama manusia terikat dengan: 1. penyebab pujian yang sifatnya sementara, 2. Cepat hilangnya sesuatu yang dijadikan pujian 3. Motovasi pujian yang belum tentu ikhlas, dan Cepatnya pujian tersebut menjadi celaan Oleh karena itu, pujian diantara manusia tidak akan ada yang murni sebagai sesuatu perbuatan yang dapat dijadikan tolak ukur atas kebaikan seseorang, dan bahwa orang yang dipuji sudah merebutsimpatinya. Seandainya dia sampai lupa diri dengan pujian itu, berbagai petaka akan merasuk kedalam hatinya. Dia akan buta akan kesalahan dan kekurangan dirinya, serta kekurangan dan kecurangan orang yang memujinya. Akibatnya, kesombongan kian menjadi kepribadiannya. Jika ketiga efek negatif ini tidak disadari,masa kejatuhannya akan semakin dekat. Adapun penyebab timbulnya penyakit hati ingin dipuji orang adalah sebagai berikut: 1. Rasa bangga dengan kesempurnaan yang ada dalam diri, dan menginginkan orang lain mengetahuinya 2. Ambisi seseorang untuk menguasai hati pemujanya. 3. Kecintaan terhadap dunia Disinilah-semuanya.bermuara. Rasulullah Saw bersabda," Mencintai dunia adalah..sumber,-kesalahan" Berikut ini beberapa langkah yang dapat menyelamatkan hati manusia dari penyakit ini: 1. :Selalu ingat akan bahaya mencintai pujian dari orang lain. 2. Senantiasa ingat bahwa di balik segala pujian ada sesuatu yang terkadang dapat mencelakakan diri. 3. Meyakini bahwa pujian yang sebenarnya hanyalah dari Allah, yaitu pada setiap hari ketika kita selamat dari perbuatan dosa, banyak melakukan amal saleh, dan tatkala bangkit dari kubur dengan tenang pada saat orang lain sedang bingung menghadapi pengadilan Yang Maha Adil. 4. Melakukan latihan mental dengan membiasakan pekerjaan-pekerjaan yang bernilai rendah di mata manusia. Dengan cara ini, hati akan luput dari hal-hal yang dapat mengundang pujian orang. 5. Meluruskan niat dalam setiap amal: hanya semata-mata karena Allah. 6. Menyadari bahwa tidak seorang pun memiliki kesempurnaan, sehingga tidak ada yang pantas mendapat pujian. Maka jika dihati kita ter- betik perasaan ingin dipuji manusia, segeralah beristighfar karena itu adalah benih-benih kesombongan diri padahal kesombongan adalah atribut yang hanya pantas dikenakan Allah. 2

selengkapnya
Related Posts with Thumbnails